Menlu Bertemu Sekjen PBB Bahas Perdamaian Palestina Global

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:08:29 WIB
Menlu Bertemu Sekjen PBB Bahas Perdamaian Palestina Global

JAKARTA - Kunjungan diplomatik Indonesia ke Amerika Serikat pada awal pekan ini menandai langkah penting dalam upaya mendorong perdamaian di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Palestina. 

Dalam rangkaian agenda tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan sejumlah pertemuan strategis di New York, termasuk dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres serta Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour. 

Pertemuan-pertemuan ini membahas posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian serta kontribusi konkret bagi stabilitas Gaza pascakonflik.

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menjadi salah satu topik utama yang dibicarakan. Indonesia sebelumnya resmi bergabung melalui penandatanganan piagam pembentukan lembaga tersebut pada awal Januari 2026. 

Pembentukan badan ini bertujuan mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi, sekaligus menjadi bagian dari peta jalan penyelesaian konflik yang lebih luas dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 (2025).

Pertemuan Dengan Sekjen PBB

Dalam pertemuannya di Markas Besar PBB, Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian sepenuhnya berlandaskan Piagam PBB, visi solusi dua negara, serta resolusi Dewan Keamanan yang relevan.

“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” tegas Sugiono.

Ia menilai partisipasi Indonesia merupakan bentuk komitmen nyata untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sekaligus memastikan mekanisme kerja Dewan Perdamaian selaras dengan upaya yang telah dilakukan PBB. 

Sugiono juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Sekjen PBB di tengah dinamika global yang semakin kompleks serta menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap multilateralisme sebagai pilar utama menjaga perdamaian dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono turut menginformasikan rencana kehadirannya pada Sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Timur Tengah, termasuk perkembangan di Palestina. Ia kembali menegaskan keyakinan Indonesia terhadap pentingnya sistem multilateral dalam menegakkan hukum internasional dan menghadirkan solusi yang berkeadilan.

Kehadiran Presiden Dalam Agenda Perdamaian

Sugiono juga menyampaikan rencana partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington D.C. pada 19 Februari 2026 bersama sejumlah pemimpin dunia. 

Presiden Indonesia dijadwalkan menjalani beberapa agenda penting, mulai dari pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, penandatanganan kesepakatan perdagangan timbal balik, hingga menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen PBB menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam mendukung penyelesaian damai isu Palestina. 

Ia juga menyoroti situasi di Tepi Barat yang dinilai melanggar hukum internasional serta resolusi PBB, seraya menekankan pentingnya peran konstruktif negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, dalam mekanisme Dewan Perdamaian.

Selain membahas Palestina, kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai perkembangan keamanan global dan isu strategis kawasan. Sekjen PBB memandang Indonesia sebagai mitra penting dalam memperkuat sistem multilateral dan menjaga stabilitas internasional.

Dialog Dengan Perwakilan Palestina

Pada hari yang sama, Sugiono bertemu dengan Riyad Mansour di Kantor Perwakilan Palestina di New York. Pertemuan ini berlangsung menjelang partisipasi Indonesia dalam Sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Timur Tengah.

Dalam dialog tersebut, Sugiono menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi lebih jauh bagi Palestina, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.

“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Sugiono.

Ia kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, komitmen pada perdamaian berkelanjutan, serta pentingnya implementasi solusi dua negara. 

Kedua pihak juga membahas pelaksanaan Resolusi DK PBB 2803 (2025), khususnya terkait pembentukan Dewan Perdamaian dan rencana pengerahan pasukan stabilisasi internasional di Gaza.

Sugiono turut menyampaikan rencana kehadiran Presiden Indonesia dalam pertemuan Dewan Perdamaian bersama negara-negara yang aktif mendorong perdamaian Gaza, termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan. Partisipasi tersebut bertujuan memastikan setiap keputusan selaras dengan Piagam PBB serta kerangka multilateralisme yang ada.

Sementara itu, Mansour menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Menteri Luar Negeri Indonesia. Ia menilai langkah tersebut memperkuat solidaritas kedua bangsa dalam mendorong tindakan nyata PBB di tengah situasi sulit yang dihadapi rakyat Palestina. Mansour juga menekankan hubungan historis yang erat antara Indonesia dan Palestina sejak era Dasasila Bandung 1955.

Peran Indonesia Dalam Diplomasi Perdamaian Global

Rangkaian pertemuan di New York mencerminkan konsistensi Indonesia dalam memainkan peran aktif di panggung internasional, khususnya dalam isu kemanusiaan dan perdamaian. 

Melalui keterlibatan dalam Dewan Perdamaian, dukungan terhadap solusi dua negara, serta kesiapan kontribusi konkret di lapangan, Indonesia berupaya menghadirkan diplomasi yang tidak hanya bersifat simbolik tetapi juga berdampak nyata.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum internasional, multilateralisme, dan solidaritas terhadap bangsa yang masih berjuang meraih kemerdekaan. 

Dengan koordinasi yang erat bersama PBB dan para pemangku kepentingan global, harapan terhadap terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina tetap terbuka.

Ke depan, efektivitas peran Indonesia akan sangat bergantung pada kesinambungan diplomasi, dukungan komunitas internasional, serta implementasi nyata berbagai mekanisme perdamaian yang telah disepakati. 

Namun, melalui komitmen yang terus ditegaskan dalam berbagai forum, Indonesia menunjukkan kesiapannya untuk tetap berada di garis depan perjuangan diplomasi kemanusiaan dunia.

Terkini